✦ Fadilah Jamaah Tabligh

Sifat 4 dari 6

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Ikramul Muslimin

Memuliakan setiap Muslim

Apa artinya

Ikramul muslimin — memuliakan setiap Muslim — adalah sifat yang mencairkan hati. Ia tampil dalam hal-hal kecil yang sering kita lupakan: menyapa lebih dulu, menjenguk yang sakit, mendoakan yang tertimpa musibah, memuliakan tamu, menghormati tetangga.

Dalil

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah) persaudaraan antara kedua saudaramu itu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." — QS. Al-Hujurat: 10

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." — HR. al-Bukhari & Muslim

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Barangsiapa meringankan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan kesulitannya pada hari Kiamat." — HR. Muslim

إِنَّ سَلْمَانَ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ

"Sesungguhnya Salman (al-Farisi) termasuk dari kami, ahlul bait." — HR. Tirmidzi (hasan) — penghormatan Nabi saw. kepada sahabat non-Arab: ikramul muslimin melampaui batas suku dan bangsa.

Bentuk-bentuk nyatanya

Tiga langkah menghidupkannya

  1. Sapa satu orang per hari yang tidak biasa disapa — petugas kebersihan, tetangga baru, teman lama.
  2. Usahakan ziarah seminggu sekali ke rumah saudara atau kawan jamaah.
  3. Sebut nama saat berdoa — ingat siapa yang sedang ditimpa dan ikut mendoakannya.

Kisah: kemuliaan diukur dari yang paling lemah

Kisah Sahabat · Anas bin Malik ra. dan tetangga yang tak pernah diusir

Anas bin Malik ra. menuturkan: selama sepuluh tahun ia menemani Rasulullah saw., beliau tidak pernah berkata kepadanya "Kenapa begini?" maupun "Kenapa tidak begitu?" — tidak pernah menegur dengan nada menyakitkan, tidak pernah berkata "ah" karena keberatan.

Adab yang begitu halus kepada pembantunya muda menjadi teladan: memuliakan bukan soal kedudukan. Jika Nabi saw. yang paling mulia pun tidak menegur keras kepada yang lebih rendah, siapakah kita yang boleh merendahkan sesama?

HR. al-Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik ra.

Kaitannya dengan hidupmuDi media sosial, memuliakan sering berarti menahan diri: tidak mengejek, tidak menyebar aib, menanggapi perbedaan dengan adab. Sikap inilah yang membuat dakwah didengar — orang tidak menolak pesan, ia menolak penyampainya.

← SEBELUMNYA

3. Ilmu Ma'a Zikr

SELANJUTNYA →

5. Tashih an-Niyyat