✦ Fadilah Jamaah Tabligh

Sifat 6 dari 6

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ

Da'wah wa Tabligh

Keluar di jalan Allah

Apa artinya

Da'wah wa tabligh — mengajak dan menyampaikan — adalah puncak dari lima sifat sebelumnya. Seseorang yang kalimatnya hidup, shalatnya kukuh, ilmu & zikirnya jalan, memuliakan saudaranya, dan niatnya lurus, pada titik ini akan mengalir sendiri kepingin menularkannya.

Kenapa inilah puncaknya

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَىٰ اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebaikan, dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam'." — QS. Fussilat: 33

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهِم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." — QS. An-Nahl: 125

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

"Sampaikan dariku walau satu ayat." — HR. al-Bukhari (dari Uqbah bin Amir ra.) — satu ayat yang kita sampaikan sudah menjadi amal yang ditagih.

Janji untuk yang keluar di jalan Allah: kebersamaan dalam perjalanan dakwah melipatgandakan pahala shalat, dzikir, dan sedekah — hingga 700.000 kali; doa orang yang keluar di jalan Allah dikabulkan seperti doa para nabi. Pergi pagi atau petang di jalan Allah lebih baik daripada seluruh isi dunia (disebutkan dalam surat Maulana Yusuf).

Skala waktu khuruj dalam metode ini

SkalaWaktuUntuk siapa
Harian2,5 jam sehari (ba'da Maghrib — waktu bebas)Semua, mulai dari hari pertama
Bulanan3 hari setiap bulanStandar anggota jamaah
Tahunan40 hari setahunTarget yang diusahakan
Seumur hidup4 bulan (sekitar 120 hari)Komitmen utama — belajar dakwah sungguhan

Kisah: dakwah yang dimulai dengan satu utusan

Kisah Sahabat · Mu'adz bin Jabal ra. diutus ke Yaman

Nabi saw. mengutus Mu'adz bin Jabal ra. ke Yaman — seorang pemuda yang usianya baru sekitar dua puluhan tahun — dengan tugas besar: mendakwahi sebuah negeri. Sebelum berangkat, beliau menanyakan pilar dakwahnya, dan Mu'adz menjawab tepat: Allah dulu yang disembah, lalu shalat, lalu zakat. Utusan itu belajar bahwa dakwah tidak dimulai dari hal-hal cabang, melainkan dari fondasi.

Ketika Mu'adz mendarat di Yaman, ia datang bukan dengan kekuasaan — melainkan dengan ilmu, adab, dan keyakinan. Negeri itu pun berbondong-bondong menerima Islam. Satu utusan, satu fondasi, satu negeri berubah.

HR. al-Bukhari dan Muslim, tentang pengutusan Mu'adz ke Yaman.

Kaitannya dengan hidupmu"Keluar di jalan Allah" tidak selalu berarti bepergian jauh. Bagi karyawan, mahasiswa, atau ibu rumah tangga, ia dimulai dari 2,5 jam: hadir di masjid, mengajak tetangga, menasihati teman sepergaulan dengan hikmah.

← SEBELUMNYA

5. Tashih an-Niyyat